Syarfi Hutauruk Batal Menjadi Khatib Idul Adha Di Sibabangun, Warga Masih Berharap Bisa Hadir

Syarfi Hutauruk Batal Menjadi Khatib Idul Adha Di Sibabangun, Warga Masih Berharap Bisa Hadir
Keterangan Foto : Syarfi Hutauruk pun menentukan sikap untuk membatalkan kehadirannya menjadi khatib idul adha di Sibabangun.Doc/Pijar Tapanuli

Tapteng, Pijar Tapanuli - Warga Muhammadiyah Sibabangun mengaku telah sepakat, dan masih berharap mantan walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk, menjadi khatib perayaan Idul Adha di daerah mereka.

Selain itu, warga Muhammadiyah juga memastikan permintaan kesediaan Syarfi Hutauruk hadir menjadi khatib idul adha, telah melalui musyawarah dan murni atas kesepakatan.

Kesepakatan warga Muhammadiyah itu pun lalu disetujui Syarfi Hutauruk, untuk mengisi khatib idul adha pada 9 Juli 2022, di lapangan MDA Muhammadiyah Sibabangun.

"Warga Muhammadiyah Sibabangun masih berharap pak Syarfi berkenan menjadi khatib idul adha tanggal 9 Juli 2022," kata Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sibabangun, Suryanto Yusuf, Jumat (08/07/2022).

Menurut Dia, pihaknya mengundang pak Syarfi murni kesepakatan, tidak ada embel-embel atau kepentingan politik. Warga Muhammadiyah cabang Sibabangun meliputi Anggoli, Sibabangun dan Lumut, tidak ada satupun menolak kehadiran pak Syarfi pada acara itu. Disinggung pemberitaan di sejumlah media massa, terkait penolakan Syarfi Hutauruk menjadi khatib idul adha, lanjut Suryanto, merupakan berita tidak benar.

"Pernyataan di media massa, bukanlah pernyataan kami warga Muhammadiyah cabang Sibabangun, dan hal itu perlu kami klarifikasi, Karena, ada campur tangan orang asing yang bukan warga Muhammadiyah Sibabangun di media massa, kami pun menjawab telepon dari oknum yang mencoba minta klarifikasi, bahwa kemungkinan pak Syarfi batal menjadi khatib di daerah kami, meski kami masih sangat berharap," lanjutnya.

Terkait harapan warga Muhammadiyah sekaligus mencegah terjadinya konflik pasca berita yang beredar, Syarfi Hutauruk pun menentukan sikap untuk membatalkan kehadirannya menjadi khatib idul adha di Sibabangun.

"Tidak hanya di Sibabangun, saya juga membatalkan permintaan khatib di sejumlah tempat, seperti di Sibolga, Sorkam dan Pinangsori. Hal itu saya lakukan untuk menghindari konflik berkepanjangan, Saya tulus, bijaksana, dan waras melihat kejadian ini. Apalagi ini masalah agama. Saya juga tahu persis akhlak dari kader Muhammadiyah seperti apa, biarlah saya mengalah untuk kebaikan," ucap Syarfi Hutauruk.

Sementara itu, unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tapanuli Tengah, Nassir Tanjung mengapresiasi sikap Syarfi Hutauruk yang memilih untuk legowo membatalkan undangan khatib idul adha di Sibabangun.

"Kami sangat apresiasi sikap dari pak Syarfi, legowo membatalkan undangan khatib idul adha di Sibabangun, demi menghindari hal negatif terjadi. Karena setiap kegiatan dilakukan oleh pimpinan cabang Muhammadiyah se-Tapteng kami sangat mendukung dan siap mengawal," tandasnya.(MDz)