Kapolres Sibolga Dalam Dialog Interaktif Repelita FKUB : Revitalisasi Kerukunan Dan Solidaritas Dikalangan Pemuda
Sibolga, Pijar Tapanuli - Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja,SH,SIK,MH hadiri dialog interaktif Repelita FKUB bersama pemuda lintas agama se kota Sibolga dengan tema " Revitalisasi kerukunan dan solidaritas dikalangan pemuda menuju generasi yang berkemajuan dikota Sibolga negeri berbilang kaum perekat umat beragama" Sabtu 22/10/2022 di aula kantor FKUB Sibolga di Jl.R.Suprapto No.56 Kel.Pasar Belakang, Kec.Sibolga Kota, kota Sibolga.

Ketua Repelita pemuda FKUB Sibolga Wandi Pranata, S, Pd Mengucapkan selamat datang kepada seluruh undangan terutama Kapolres Sibolga dan apresisi sebesar - besarnya atas kesempatan waktu dalam rangka acara dialog interaktif repelita FKUB kota Sibolga.
"Bahwa Repelita FKUB yang tergabung terdiri dari Pemuda Islam, Kristen, Katholik dan Budha dalam rangka merajut silaturahim dan mensosialisasikan gerakan yang ada di wadah FKUB," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris FKUB Sibolga Pdt Aratua oppusunggu Menyampaikan rasa hormat kepada Bapak Kapolres Sibolga dan cinta kasih bersama kepada Pemuda Repelita FKUB Sibolga.
"FKUB kota Sibolga berdasarkan hasil Rakorda Provinsi tahun 2019 diwajibkan membentuk Forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama dan Forum Perempuan Kerukunan Umat Beragama sebagai cikal bakal relawan kerukunan," jelas sekretaris FKUB.
Lanjutnya, FKUB tidak bertujuan untuk menyatukan satu agama namun menciptakan kerukunan umat beragama.

Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja selaku narasumber dalam rangka Dialog ini menyampaikan Latar belakang revitalisasi yaitu : suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya eksis, sehingga revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan untuk menjadi vital.
"Kerukunan dan solidaritas di kalangan pemuda kota Sibolga dengan semboyan kota berbilang kaum sebagai perekat umat beragama, mengingat berbagai suku dan bangsa yang mendiami Sibolga seperti Batak, Minang, Nias, Tionghoa, Jawa dan lainnya maka semboyan, Negeri berbilang kaum, telah mengakar dalam kehidupan bersama sehingga diharapkan kota Sibolga dapat dijadikan miniatur kemajemukan agama di Indonesia.
Lanjutnya, Kondisi saat ini, dengan perkembangan zaman yang sudah memasuki era teknologi 5.0 kondisi kerukunan dan solidaritas di kalangan masyarakat secara umum dan di kalangan Pemuda secara khusus mengalami perubahan perubahan, hal ini terjadi karena berkurangnya intensitas pertemuan secara tatap muka atau melalui sarana teknologi yang dapat dijadikan sebagai pengingat hubungan silaturahmi.
"Faktor - faktor yg mempengaruhi (eksternal dan Internal) dan Kondisi yg diharapkan, yaitu Pemuda memiliki peran sebagai motor penggerak utama untuk kemajuan bangsa dalam berbagai bidang baik bidang ekonomi kreatif, olahraga dan pelopor Kamtibmas serta kerukunan umat beragama," jelas Kapolres.

Menurut Dia, Upaya yg dilakukan, yaitu analisa Swot dan Teori Komunikasi dan untuk Kesimpulan dan saran, meningkatkan potensi Pemuda sebagai salah satu penyangga kerukunan umat beragama di kota Sibolga maka perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut, Menggelar even olah raga dan kesenian baik tingkat lokal, Nasional maupun Internasional yang dapat digunakan sebagai sarana untuk membina dan meningkatkan potensi pemuda.
"Kemudian Memberikan edukasi atau pelatihan kepada pemuda sehingga meningkatkan jumlah pemuda yang produktif dan memiliki potensi untuk membina kerukunan umat beragama, Mendorong pemuda untuk berperan sebagai pihak yang dapat menyelesaikan permasalahan apabila terjadi konflik sosial di tengah masyarakat kota Sibolga sert Menghimbau para tokoh pemuda untuk mensosialisasikan atau memberikan teladan kerukunan umat beragama baik dalam aktivitas sehari-hari maupun dalam media sosial," jelas AKBP Taryono Raharja.(Son)