Siswi SMK yang Diduga Dicabuli Oknum Camat Pinang Sori, "Malah Dibully" : "Ini Tidak Mencerminkan Pendidik"

Siswi SMK yang Diduga Dicabuli Oknum Camat Pinang Sori, "Malah Dibully" : "Ini Tidak Mencerminkan Pendidik"
Illustrasi

Tapanuli Tengah, Pijar Tapanuli  – Adanya Komentar Salah seorang dari guru korban Anggrek (Nama samaran) berinisial RAS didepan kelas, saat Anggrek belajar diruangan hingga membully korban, sangat disesalkan oleh salah seorang pemerhati pendidikan Sibolga/Tapanuli Tengah, W Hutagalung (46) selasa (23/5) Di Sibolga.

"Bahasa seorang guru itu bukan seperti itu, seharusnya guru tersebut mengembalikan kepercayaan diri atau psikis dari korban yang merupakan anak didiknya. Bahasa " masa belum diperkosa sudah lapor" jelas itu bukan kalimat pendidik, seharusnya, dia ikut mencegah terjadinya pemerkosaan dan membantu anak biar tegar menghadapi persoalan. Apa rusak dulu anak itu baru dilapor? Bahkan apa tujuan guru tersebut menyimpan video murid itu jika itu memang ada sama dia? Bahkan mensyukuri perbuatan oknum camat kepada anak tersebut. Ini dunia pendidikan yang bagaimana? Jika kejadian seperti ini terjadi sama anaknya, lalu apa perbuatan dia " jelasnya. 

Oleh karena itu, dirinya berharap agar kasus ini dituntaskan, kasihan Anggrek, karena pelecehan pun itu sudah salah dimata hukum, apalagi ini anak dibawah umur.

Sementara itu  Anggrek kepada wartawan melalui telepon selular, Senin (22/5/2023) mengatakan bahwa saat itu, RAS mengajarkan mata pelajaran Kejuruan memasuki ruang belajar Kelas II saat proses belajar mengajar menyebutkan, bahwa “ada di ruangan Kelas ini belum lagi diperkosa sudah melapor ke polisi dan baru dipeluk dan diremas-remas  sudah melapor, sudah jelek dan gendut lagi langsung melaporkan kejadiannya kepolisi”, terang Anggrek menirukan kalimat RAS saat itu.

Lanjut Anggrek, oknum guru itu mengucapkan kata-kata tersebut dihadapan para siswa dan siswi Kelas II SMK disaat proses belar mengajar, dan sontak Anggrek merasa malu atas perkataan guru RAS dan tidak terima dipermalukan dan bukan malahan prihatin atas kejadian yang menimpa dirinya selaku korban cabul oknum Camat Pinang Sori.

Parlaungan Silalahi selaku penasehat hukum  mendapat kabar korban dibully dengan kata-kata yang tak pantas akhirnya angkat bicara.

”Sepatutnya guru RAS turut prihatin atas kejadian yang menimpa muridnya dan bukan membully dihadapan murid-muridnya dan seyogianya RAS menyemangati korban agar tidak trauma, dan seharusnya dapat ikut menyemangati dan bukan harus membully”, terang Parlaungan.

Atas kejadian itu Dia berharap agar Polres Tapteng bagian Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) yang menangani kasus ini supaya mendampingi korban menjaga agar tidak terjadinya intimidasi dan teror terhadap korban.

"Saya juga selaku penasehat Hukum KSD akan melayangkan surat ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban demi keamanan korban”, ungkap Parlaungan.

Secara terpisah RAS yang dikonfirmasi wartawan menyebutkan bahwa dirinya tidak membully korban dan lagian kasus itu realita kejadiannya.

"Saya tidak menerima nama saya dibuat dalam pemberitaan itu dan saya akan laporkan anda kepolisi, karena nama saya dimuat di media.Saya bukan membullynya dan itu kenyataannya, dia sering terlihat berpakaian seksi, karena dia mengundang nafsu. Saya tidak turut prihatin atas kejadian terhadapnya dan hal wajar Camat itu melakukan hal itu kepada murid saya, Jangan macam-macam sama saya, anda (Wartawan) sudah diberi uang makanya memberitakan hal itu," Terang RAS.

Dia juga mewanti wanti agar jangan kasihan sama korban, karena wajar dia menerima perbuatan cabul itu, karena dia sering norak dan menurut Dia, ada videonya sama Dia, yang nampak buah dadanya.

"Dan bagaimana bila hal itu saya kembangkan, maka bisa semakin parah kasusnya nantinya”, ujar RA Siringoringo bernada lantang.(7la).