Pulang Kampung, Syarfi Jadi Guru Ngaji
Pandan, Pijar Tapanuli - Semarak pulang kampung dari Syarfi Hutauruk, tidak saja sekedar melepas rindu, namun kesempatan baik itu selalu digunakan mantan walikota Sibolga dua periode ini, untuk menunaikan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Salah satunya adalah menjadi guru ngaji dan sekaligus memantau proses belajar mengajar di rumah Tahfidz "Sufaro" jalan Laks Manonga Napitupulu, di kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Syarfi yang hadir dengan baju kemeja kuning, berpeci putih dan berkain sarung kecoklatan itu terlihat mendengar dan mengkoreksi hapalan setiap santri di rumah tahfidz yang berada dikediaman pribadinya tersebut.
Usai menjadi guru ngaji, Syarfi Hutauruk kepada awak media bercerita, kehadiran Rumah Tahfidz "Sufaro" di rumah pribadi nya merupakan bentuk dukungan untuk menciptakan hapidz-hapidzah dari Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng).
"Saya berharap, melalui rumah tahfidz ini, kecintaan generasi muda Islam terhadap Al-Qur'an semakin membumi. Tidak sebatas hapal ayat demi ayat, tetapi juga mampu mengimplementasikan segala nilai-nilai yang termaktub dalam ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari," tutur Syarfi, Rabu (13/7/2022) kemarin.
"Saya gembira, diusia mereka masih sangat muda, keinginan menghapal Al-Qur'an cukup tinggi. Tentu semangat itu harus kita dukung, sesuai kapasitas dan kemampuan kita masing-masing. Dan terpenting, niat mereka harus tetap lurus semata-mata karena Allah SWT," tambahnya.
Masih kata Syarfi, tantangan zaman kian kompleks dewasa ini dan harus dihadapi dengan cara mempersiapkan anak-anak muda Islam kuat iman dan taqwa, serta menjadikan mereka generasi bangsa yang berkualitas, cerdas, dan memiliki semangat keislaman yang kokoh.
"Insya Allah, mereka tidak akan mudah terpengaruh dengan paham-paham yang menyesatkan karena pondasi berpikirnya dibangun melalui Al-Qur'an yang benar," kata Syarfi.
Dikesempatan itu, Syarfi juga berkisah masa kecilnya saat di kampung Pasar Sorkam. Aktivitas mengaji setiap sore hingga malam rutin ia lakukan bersama dengan teman sebayanya kala itu. Kesan dan dampak masih berbekas hingga kini.
"Mungkin, andai pengajian kampung itu tidak ada, Syarfi yang kalian kenal tidak seperti ini. Pondasi pendidikan agama dan Qur'an sudah ditanamkan orangtua saya sejak kecil dulu. Kini, giliran mereka pula (santri rumah tahfidz) ditanamkan hal seperti itu," tutupnya. (Rel/MDz)