FORKOPIMDA Pastikan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) Hewan Tidak Menyebar Sibolga, Tinjau RPH
Sibolga, Pijar Tapanuli - Untuk memastikan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) Hewan Tidak Menyebar di Sibolga Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja,SH,SIK diwakili Kabag Ops AKP Asmon Bufitra,SH MH bersama dengan unsur Forkopimda Sibolga melakukan peninjauan dan pengawasan Rumah Potong Hewan terkait antisipasi masuknya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak pada hari Selasa,(17/5) pukul 10.30 wib.

Adapun rangkaian kegiatan peninjauan dan Pengawasan terhadap RPH di wilayah kota Sibolga adalah untuk mengetahui apakah hewan yang dipotong dan dikonsumsi oleh masyarakat ditemukan penyakit hewan menular.
Menurut keterangan dari Kweumaster RPH Santeong Otolius Mendrofa, S.Pi, bahwa pemotongan hewan babi perhari sebanyak 4 - 5 ekor dan hewan ini berasal dari peternakan PT. AGRENDO yang beralamat di Tiga Runggu Purba Kabupaten Simalungun.

"Saat membeli hewan potong ini disertai dengan surat keterangan hewan sehat dan sebelum dilakukan pemotongan terlebih dahulu diperiksa kesehatan fisik hewan babi tsb oleh Kweumaster," jelasnya.
Hasil peninjauan bahwa sejauh ini belum ada ditemukan penyakit hewan menular.

Selanjutnya rombongan melakukan peninjauan dan pengecekan di RPH khusus Sapi / Kerbau Aek Parombunan, di Jl.Jend.Sudirman Kel.Aek Parombunan, Kec.Sibolga Selatan Kota Sibolga,
Adapun hasil peninjauan bahwa sejauh ini belum ada ditemukan penyakit hewan menular khususnya pada Sapi dan Kerbau.

Menurut keteranga dari Kweumaster RPH Aek Parombunan Hengki Chaniago menerangkan bahwa dalam perhari RPH memotong kerbau sebanyak 3 ekor.
"Kerbau tersebut berasal dari peternak perorangan H. Rahmat Siahaan alias Mamak, lokasi ternak di Aek Tolang Kecamatan Pandan Kabupaten Tapteng Jansen Situmeang, lokasi ternak di Aek Tolang Kecamatan Pandan Kab Tapteng Sahat Sitohang, lokasi ternak di Aek Tolang Kec Pandan Kab Tapteng AM. Simatupang, lokasi ternak di Aek Tolang kec Pandan Kab Tapteng," jelas dia.

Menurut Dia, Sebelum dilakukan pemotongan terhadap hewan kerbau tersebut terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan dari segi fisik hewan di dinas kelautan, perikanan dan peternakan kota sibolga dengan melibatkan dokter hewan, bila sehat akan dikeluarkan surat keterangan sehat.
Pada kesempatan tersebut Kapolres Sibolga diwakili Kabag Ops AKP Asmon Bufitra,SH MH menyampaikan kepada Pihak Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Sibolga dan pihak RPH agar mengawasi masuknya hewan ternak seperti Kerbau atau sapi khususnya dari Aceh yg saat ini sudah ada indikasi temuan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada Sapi, kerbau dan babi.

"Diharapkan juga agar mendatakan dari mana asal hewan ternak baik itu Sapi, Kerbau, Babi yang hendak dipotong di RPH Sibolga," kata Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja,SH,SIK diwakili Kabag Ops AKP Asmon Bufitra,SH MH.
Turut serta Walikota Sibolga diwakili Staf Ahli Bustanul Arifin,ST Dandim 0211/TT diwakili Danramil 06/Kota Mayor Inf A.Saruksuk, Kadis Kesehatan diwakili Sekretaris dr Donna Pandiangan, Kadis Kelautan, Perikanan dan Peternakan Sibolga Anwar Sadat,SPi, Dokter hewan Dinas Kelsutan Perikanan dan Peternakan Drh Febri Sihotang,Kasat Intel AKP Agus Adhitama,SE,Kasi Humas AKP R.Sormin,S.Ag dan KBO Reskrim Iptu E.Marbun,SH ( Son)