Ketua KNPI Tapteng Harap Kepemimpinan Pj Bupati Baru Pro Rakyat, Bukan Pura Pura Merakyat
Tapteng, Pijar Tapanuli - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tapanuli Tengah Lodewick Fraus Seran Marpaung berharap agar Pejabat (Pj) Bupati Tapanuli tengah yang baru Sugeng Riyanta dapat membawa harapan baru bagi masyarakat dengan kepemimpinan yang pro rakyat, bukan hanya pura-pura merakyat, dan juga yàng ingin menjadikan dirinya menjadi seorang pemimpin, bukan menjadi penguasa.
Harapan ini disampaikan Ketua KNPI Tapteng, Rabu (15/11/2013) Usai dilantiknya Pj Bupati Tapteng yang baru di Medan. Menurut Dia, pasca dilantiknya pemimpin Baru di Kabupaten Tapanuli Tengah yang berganti dari Pak Elfin Ellyas ke Pak Sugeng Riyanta.
"Kehadiran Pj Bupati Sugeng Riyanta ini tentu membawa kepemimpinan sementara sekitar setahun kedepan di Tapanuli Tengah sebelum diadakannya Pilkada serentak di bulan November 2024, Tentu, masyarakat Tapanuli Tengah ingin ada harapan baru di pundak Pj Bupati Sugeng Riyanta ini," Jelasnya.
Menurut Dia, Pj Bupati Sugeng Rinyata ini sudah banyak menanti pekerjaan rumah ( PR ) dan tugas-tugas yang akan dibenahi, Persoalan demi Persoalan menghantui perjalanan Kabupaten ini, sehingga tepat rasanya sosok penegak hukum yang memimpin Kabupaten ini. Dampak Pro dan Kontra yang memgakibatkan hilangnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap laju pemerintahan ini.
"Harapan baru masyarakat Tapanuli Tengah kepada Bapak Pj Bupati Sugeng sangat besar, tentang melengkapi ataupun menambahkan kekukarangan selama kepemimpinan mantan Bupati sebelumnya. Masyarakat Tapanuli Tengah menginginkan adanya suasana yang kondusif selama Pj Bupati Sugeng Arianta menjabat di masa transisi ini," Harapnya.
"Agenda semua kepemimpinan di Indonesia ini adalah untuk menyejahterakan masyarakat dengan memberantas kemiskinan ekstrim yang masih menjadi batu sandungan. Program pemerintahan harus memperhatikan transparansi di masyarakat agar semua program dapat diakses dan dikontrol oleh lembaga swadaya di masyarakat," Jelas Lodewyk.
Menurut Dia, di tahun politik akan datang masyarakat menginginkan suasana yang damai tanpa ada lagi perpecahan yang selama ini masih menjadi viral di media sosial. Penyelenggara Pemilu yang berdaulat, yang bebas dari intervensi dan intimidasi. Menghilangkan rasa traumatik Masyarakat ketika Pemilihan 2019 yang tidak manusiawi dan bar-bar. Seolah-olah negara tidak hadir.
"Perpecahan di tahun politik akan datang harus kita hindari bersama karena sebagai warga NKRI yang masih percaya dengan kesaktian Pancasila maka perpecahan karena beda pilihan politik adalah hal yang tabu. Perpecahan karena beda partai politik ini adalah warisan Orde Baru yang harus kita hilangkan di tahun 2024 akan datang. Semua warga NKRI memiliki hak dan kewajiban dalam mencari hidup dan kehidupan di wilayah NKRI. Tidak ada satu pun warga NKRI yang diemaskan atau dianaktirikan," jelas Dia.
Lanjut Dia, Sebagaimana amanat UUD 1945 amandemen 2002 dan simbol Pancasila yang sudah kita hapalkan bersama itu. Maka dari itu sebagai warga NKRI kita berhak dan wajib membela simbol Pancasila sebagai perekat hidup dan kehidupan di wilayah NKRI ini. Banyak Harapan baru masyarakat Tapanuli Tengah kepada Pj Bupati yang baru adalah wajar terjadi karena selama ini mereka dipertontonkan suasana yang kurang begitu kondusif dan ketidak percayaan publik yang sudah apatis, dan cenderung putus asa .
"Maka sangat wajar sekali masyarakat Tapanuli Tengah saat ini sudah menikmati rasa saling ketidakpercayaanya satu sama lain dalam meniti hidup dan kehidupan sehari hari. Semoga masyarakat dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga ketika memilih pemimpin yang dapat mengayomi dan mendidik masyarakatnya di pilkada serentak di tahun depan. Semoga Pj Bupati dapat memberantas tingkat kemiskinan dan kebodohan dengan memberikan agenda dan program pemerintahannya yang pro rakyat, menyejukan sistim birokrasi tanpa intimidasi, agar Aparatur bekerja tenang dan baik tanpa dihantui ketakutan mutasi, agar produktif dan mampu melayani masyarakat dengan baik," Terangnya.
Lanjut Dia, semoga di 2024 nanti masyarakat Tapanuli Tengah harus mengesampingkan perpecahan, karena beda pilihan partai politik. Selama kepemimpinan Pj Bupati Sugeng Arianta dapat membawa Tapanuli Tengah kepada suasana yang kondusif, damai dan terlepas dari perpecahan.(7la)